Kumpulan Pantun Nasehat Bijak

Pantun memang sangat beragam jenisnya mulai dari Pantun Cinta,Pantun Lucu dan masih banyak lagi jenis pantun yang tidak mungkin kami sebutkan satu persatu dan pada kesempatan kali ini kami akan coba berikan yaitu jenis Pantun Nasehat Agama yang bijak.

Pantun nasehat ini bisa dijadikan pelecut semangat atau juga pengingat kepada kita biar kita hidup berada pada jalur yang benar dan baik menurut agama kita,dan pantun nasehat sendiri bisa kita ungkapkan kepada anak anak kita agar bisa jadi pemeluk agama yang baik.

http://neupak-tarang.blogspot.com/

Berikut ini beberapa Pantun Nasehat Agama yang bisa kita jadikan motivasi di kehidupan kita agar berjalan sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh agama:

Si kancil bermain tali
Bersama dengan si gajah
Sejak kecil rajin mengaji
Sudah besar jadi ustadzah

Buah cempedak di luar pagar
Ambil galah tolong jolokan
Saya budak baru belajar
Kalau salah tolong tunjukan

Kalau ada jarum yang patah
Jangan simpan di dalam peti
Kalau ada kata yang salah
Jangan simpan dalam hati

Pinang muda di belah dua
Anak burung mati di ranggah
Dari muda sampai ketua
Ajaran baik jangan di ubah

Bunga mawar bunga melati
Di tanam di pinggir sungai
Rajin-rajinlah mengaji
Kelak tuanya menjadi pak kyai

Hati-hati menyebrang jalan
Jangan sampai titian patah
Hati-hati dirantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Membuat arang kayu di belah
Arang di bakar memanggang gurita
Mereka yang tidak bersekolah
Saat tua hidupnya menderita

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tingagal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Apa guna berkain batik
Kalau tidak dangan sucinya
Apa guna beristri cantik
Kalau tidak dengan budinya

Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita blajar bersama

Buat apa beli ikan
Kalau tidak di pelihara
Buat apa beli al-quran
Kalau tidak suka di baca

Jika kamu pergi ka dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas

Bunga mawar bunga melati
Di tanam di pinggir sungai
Rajin-rajinlah kita mengaji
Kelak tuanya menjadi pak haji

Buat apa makan ketimun
Lebih baik makan nasi

Ada dukun dikira dokter
Pasien yang datang sampai seribu
Kalau mau jadi orang pinter
Haruslah banyak baca buku

Tingkap papan kayu persegi
Sampan sakat di Pulau Angsa
Indah tampan karena budi
Tinggi bangsa karena bahasa

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Pergi mendaki gunung Daik
Hendak menjerat kancil dan rusa
Bergotong-royong amalan yang baik
Elok diamalkan setiap masa

Kalau kita menebang jati
Biar serpih tumbangnya jangan
Kalau kita mencari ganti
Biar lebih kurang jangan

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai tua
Ajaran baik jangan diubah

Kalau suka main gitar
Mainlah di atas pagar
Kalau mau jadi anak yang pintar
Jangan suka malas belajar

Sarimin pergi ke pasar
Ditemenin sama mantu bejat
Hati-hati kalau ke pasar
Disono banyak penjahat

Sebelah kanan gunung
Sebelah kiri gunung
Daripada kita bingung-bingung
Kayak orang linglung
Mending kita cari untung

Naik layar sama si Egi
Ada halilintar di langit biru
Belajar itu tidak bikin rugi
Orang pintar jarang ditipu

Ada monyet naik sepeda
Sudah dikejar tidak ketemu
Ayo kawan selagi muda
Rajin-rajinlah menuntut ilmu

Ada banyak burung nuri
Tiap pagi hinggap diatas pagar
Haruslah belajar setiap hari
Dijamin pastilah bertambah pintar

Ukir-ukir si kayu jati
Jadikan sebuah jambangan
Pikir-pikir sebelum terjadi
Jangan menyesal kemudian